Kunjungan dan rapat bersama OJK Regional Jawa Timur
Hari/Tgl: Selasa 5 April 2022
Tempat: OJK Kantor Regional 4 Jawa Timur, Gedung Bank Indonesia Perwakilan Jawa Timur, Surabaya.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto menggelar kunjungan rapat bersama OJK regional Jawa Timur di surabaya yang di hadiri Ibu Bupati Kabupaten Mojokerto Ikfina Fahmawati dan Kepala OJK regional 4 Jawa Timur Bapak Bambang Mukti Riyadi. Rapat yang di gelar membahas tentang program ketika ibu Risma memimpin kota surabaya yang bernama “Pahlawan Ekonomi”. Program Pahlawan Ekonomi merupakan program permodalan yang di bentuk tanpa anggaran, Beliau menyebut bahwa yang membantu akses permodalan, salah satunnya dari OJK. Program Pahlawan Ekonomi sudah banyak menolong warga masyarakat, hingga survive menjadi pengusaha berpenghasilan cukup besar dan menjaring lapangan pekerjaan.
Pandemi Covid-19 sekarang sudah mulai landai, jadi ekonomi harus digenjot. Beliau mengakatan bahwa Kabupaten Mojokerto membutuhkan program semacam Pahlawan Ekonomi yang berisnergi dengan OJK. PDRB kami 50% lebih, adalah dari industri pengolahan. 90 ribu tenaga kerjanya, hanya 60-70% saja yang merupakan warga Kabupaten Mojokerto.
Padahal angkatan kerja di Kabupaten Mojokerto ada sekitar 800 ribuan orang. Ini berarti warga Kabupaten Mojokerto banyak yang bergerak di UMKM dan jasa. sedangkan ada 5,4% TPT(Tingkat Pengangguran Terbuka) dan120 ribu orang yang tercatat hidup di bawah garis kemisikinan di kabupaten mojokerto yang harus berkerja, sehingga beliau ingin membuat lapangan pekerjaan seluas-luasnya. Lapangan pekerjaan tersebut dapat terwujud dengan adanya masukan dan arahan dari OJK untuk memaksimalkan program ini.
Ibu Bupati berharap bisa ada kerjasama yang riil dan intens dalam hal peningkatan ekonomi masyarakat karena kemiskinan yang sifatnya fluktuatif dan terus berubah-ubah kondisinya. “Pertimbangan beliau dari pada mencari satu-satu mana yang miskin, lebih baik kita buka lapangan pekerjaan seluas-luasnya. Kami punya usaha UMKM sangat beragam. Apalagi Presiden RI sudah menginstruksikan agar 40% pembelanjaan, dirahkan ke produk dalam negeri (PDN)” ujar Ibu Bupati Kabupaten Mojokerto.
Respon dari kepala OJK regional 4 jawa timur bapak Bambang Mukti Riyadi mengatakan
“Dulu ketika Bu Risma masih memimpin Surabaya, memang ada program bernama Pahlawan Ekonomi. Namun sekarang berubah menjadi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD). Kami setuju bahwa bantuan-bantuan akan memiskinkan karakter masyarakat kita. Pemberdayaan ekonomi akan jauh lebih baik dengan pemetaan yang tepat”. untuk mensuport program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di Surabaya dulu melibatkan BPR Kota Surabaya dan dinas-dinas. edukasi untuk pengajaran kelola bantuan juga informasikan terkait yang sudah UMKM dan mandiri, integrasi dengan aplikasi E-Peken yang merupakan aplikasi berbasis mobile yang menghubungkan toko kelontong dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Surabaya. Ini bisa menjadi referensi contoh.
“Kalau bicara TPAKD, kita juga kerjasama dengan BI. Kita petakan mana yang perlu dibantu. Bantuan sifatnya hanya sementara. Pertarungan kita adalah, bagaimana cara memilih orang yang tepat, agar bisa jadi contoh bagi yg lain. Intinya harus dipetakan dulu. Untuk Kabupaten Mojokerto, nanti tim kami akan turun ke dinas-dinas. Kita petakan terlebih dahulu, apakah kita harus menyasar masyarakat miskin berpenghasilan rendah dulu, UMKM dulu, dan lain-lain”. ujar bapak kepala OJK regional 4 jawa timur.


